Awalnya, burung lovebird dipelihara orang terutama karena
keindahan warna bulunya. Namun seiring dengan perkembangan waktu dan
trend lomba suara burung, maka lovebird dipelihara untuk memunculkan
suara-suara khas lovebird yang panjang.
Selain sebagai burung petarung di arena kicauan, lovebird juga sangat populer sebagai burung pemaster burung lain.
Jenis-jenis lovebird dan penyebarannya
1. Lovebird kepala abu-abu / lovebird madagaskar (Agapornis cana)
Ukuran tubuh panjang 14 cm, berat 25-28 gram.
Burung lovebird madagaskar jantan: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau,
hijau terang pada tunggirnya dan lebih kekuningan di bagian bawahnya;
kepala, leher dan dada berwarna abu-abu; di bawah sayap berwarna hitam;
bulu ekor berwarna hijau; paruh berwarna abu-abu muda; iris berwarna
cokelat tua; kaki abu-abu.
Burung lovebird madagaskar betina: Bulu kepala, leher, dada, di bawah sayap berwarna hijau.
Burung lovebird madagaskar muda: Bulu berwarna seperti dewasa, tetapi
bulu burung jantan berwarna kehijauan pada tengkuknya (beberapa jantan
memiliki bulu kepala dan dada berwarna hijau); paruh berwarna kuning dan
terdapat bercak hitam pada pangkal paruh bagian atas.
Penyebaran lovebird madagaskar: Madagaskar
Burung lovebird madagaskar merupakan jenis burung lovebird yang
langka dan bukan merupakan jenis yang benyak ditangkarkan. Lovebird
jantan dan betina dapat dengan mudah dibedakan dfari warna bulunya. Pada
lovebird jantan bulu di kepala dan dada berwarna abu-abu pucat,
sedangkan pada lovebird betina hampir seluruhnya berwrana hijau muda.
2. Lovebird “muka merah” (Agapornis pullaria)
Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 43 gram.
Burung lovebird muka merah jantan: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau,
sedikit lebih kekuning-kuningan di bagian bawahnya; dahi dan muka
berwarna merah orange; tunggir berwarna biru terang; bulu di bawah sayap
berwarna hitam; ekor berwarna hijau; paruh berwarna merah oranye; iris
berwarna cokelat tua; kaki abu-abu.
Burung lovebird warna merah betina: Dahi dan mukanya lebih berwarna oranye dibanding merah, di bawah sayap berwarna hijau.
Burung lovebird warna merah muda: Dahi dan muka berwarna kuning; bulu
di bawah sayap berwarna hitam pada jantan dan bewarna hijau pada
betina; paruh berwarna coklat kemerahan dan terdapat bercak hitam dekat
pangkal paruh bagian atas.
Penyebaran lovebird muka merah: Afrika Tengah dan Afrrika Barat Tengah
Lovebird jenis ini sukar berkembang biak di penangkaran. Burung
jantan dan betina dapat dibedakan dari warna bulu di bawah sayap. Bulu
burung betina seluruhnya berwarna hijau, sedangkan bulu jantan di bagian
bawah berwarna hitam.
3. Lovebird “sayap hitam” /lovebird abisinia (Agapornis taranta).
Ukuran tubuh panjang 15-16,5 cm, berat 55-65 gram.
Burung lovebird abisinia jantan: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau,
sedikit lebih kekuning-kuningan di bagian bawahnya; dahi, lorus dan
lingkaran mata berwarna merah; bulu terbang berwarna hitam; bulu di
bawah sayap berwarna hitam; ekor berwarna hijau; paruh berwarna merah
merjan tua; iris berwarna cokelat gelap; kaki abu-abu.
Burung lovebird abisinia betina: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau;
bulu di bawah sayap berwarna kehijauan atau kadang-kadang berwarna hitam
kecoklatan; lingkaranmata berwarna hijau.
Burung lovebird abisinia muda: Bulu berwarna seperti induk betina; paruh berwarna kuning kecoklatan.
Penyebaran lovebird abisinia: Dataran tinggi Ethiopia
Burung jantan dan betina sangat mudah dibedakan dari warna bulunya.
Bulu burung betina seluruhnya berwarna hijau, sedangkan bulu jantan
tedapat warna merah di bagian dahi dan lorus serta lingkar matanya.
Warna mutasi lovebird madagaskar adalah cinnamon (coklat kekuningan).
4. Lovebird “kerah hitam” (Agapornis swinderniana)
Ukuran tubuh lovebird “kerah hitam”: Panjang 13 cm, berat 39-41 gram.
Burung lovebird “kerah hitam” dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau,
sedikit lebih pucat di bagian kepala dan tubuh bagian bawah, tunggir dan
bagian punggung berwarna biru, bulu di bagian bawah sayap berwarna
hijau, bulu ekor berwarna hijau; kerah hitam yang sempit di bagian
tengkuknya, seluruh leher di bagian kerah berwarna kuning dan
kadang-kadang dengan sedikit warna yang memudar; paruh berwarna hitam
keabu-abuan; iris berwarna kuning; kaki berwarna kuning kehijauan sampai
hitam.
Burung lovebird “kerah hitam” muda: Tidak terdapat kerah hitam atau
hanya diwakili beberapa bulu hitam di setiap bagian sisi leher; paruh
berwarna abu-abu muda dan pada pangkalnya ada bercak hitam; iris
berwarna coklat.
Penyebaran lovebird “kerah hitam”: Afrika Barat dan Afrika Tengah.
Burung lovebird “kerah hitam” sulit berkembang biak di penangkaran.
5. Lovebird “muka salem” (Agapornis roseicollis)
Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 46-63 g.
Burung lovebird “muka salem”: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih
kuning di tubuh bagian bawah, bulu dahi dan di belakang mata berwarna
merah, lorus, pipi, kerongkongan dan bagian atas dada berwarna merah
muda; tunggir berwarna biru terang; bulu di bagian bawah sayap berwarna
hijau dengan sedikit warna biru, bulu ekor bagian atas berwarna hijau,
bagian bawah kebiruan; paruh berwarna kuning gading; iris berwarna
cokelat tua; kaki berwarna abu-abu.
Penyebaran lovebird abisinia: Afrika Barat Daya.
Jenis lovebird ini umumnya mempunyai bulu yang indah. Di antara jenis
lovebird, jenis lovebird muka salem mempunyai suara yang paling keras.
Kenis lovebird ini paling mudah dikembangbiakkan.
Dalam penangkaran sebaiknya diperlihara berpasangan karena tidak
cocok dipelihara secara berkelompok atau digabungkan dengan jenis burung
lain.
Antara burung jantan dan betina relatif sulit dibedakan. Warna
mutasinya adalah lovebird albino (bulu putih, mata merah), lovebird
lutino (bulu kuning, mata merah), lovebird golden cherry (bulu kuning
emas sampai merah muda), lovebird pied (bercak warna), lovebird cinnamon
(coklat kekuningan) dan lovebird biru.
6. Lovebird kaca mata fischer (Agapornis fischeri)
Panjang 15 cm, berat 42-58 gram.
Burung lovebird kaca mata fischeri dewasa: Bulu umumnya berwarna
hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah; dahi, pipi dan
kerongkongan berwarna merah oranye; bulu di bagian kepala lainnya
berwarna hijau pudar; bagian atas dada dan kerah sekitar leher berwarna
kuning; bagian atas ekor berwarna biru muda; bagioan bawah sayap
berwarna biru dan hijau; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata
berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki
berwarna abu-abu muda.
Burung lovebird kaca mata fischer muda: Bulu berwarna lebih muda
dibandingkan dengan bulu burung dewasa, terutama bulu pada kepala; pada
pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam.
Penyebaran lovebird kaca mata fischeries: Tanzania.
Lovebird kaca mata fischer termasuk lovebird yang mudah dikembangkan.
Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.
Warna mutasi lovebird kaca mata fischer adalah lovebird kaca mata
fischer biru dan lovebird kaca mata fischer kuning. Persilangan antara
lovebird kaca mata fischer dengan lovebird kaca mata nyasa menghasilkan
warna mutasi lutino dan albino.
7. Lovebird kaca mata topeng (Agapornis personata)
Panjang 14,5 cm, berat 43-47 gram.
Burung lovebird kaca mata topeng dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau;
lebihdahi, lorus, ubun-ubun, dan pipi bagian depan berwarna hitam
kecoklatan; bulu di bagian kepala lainnya berwarna kehitam-hitaman
pudar; kerongkongan berwarna oraney kemerahan; bagin atas dada dan kerah
di sekeliling leher berwarna kuning; bulu ekor berwarna hijau; lingkar
di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna
cokelat; kaki berwarna abu-abu.
Burung lovebird kaca mata topeng yang masih muda: Bulu berwarna lebih
muda dibandingkan dengan bulu burung dewasa, terutama pada bagian
kepala; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna
hitam.
Penyebaran lovebird kaca mata topeng: Tanzania Utara dan Tengah.
Lovebird kaca mata topneg termasuk lovebird yang mudah dikembangkan.
Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.
Warna mutasi lovebird kaca mata topneg adalah lovebird kaca mata topeng warna biru.
8. Burung lovebird kacamata nyasa (Agapornis lilianae)
Panjang 13,5 cm, berat 28-37 gram.
Burung lovebird kaca mata nyasa dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau,
lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan
kerongkongan berwarna merah oranye dan menjadi warna merah muda
kekuning-kuningan pada bagian mahkota, lorus, pipi dan bagian atas dada;
bulu ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih;
paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat kemerahan tua; kaki
berwarna coklat keabu-abuan.
Burung lovebird kaca mata nyasa muda: Bulu pada pipi berwarna
kehitaman; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna
hitam.
Penyebaran lovebird kaca mata nyasa: Tanzania, Zanzobar bagian utara, Malawi bagian timur, dan Moaambik bagian barat laut.
Lovebird kaca mata nyasa dapat dipelihara secara berkelompok. Antara
lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.
Warna mutasi lovebird kaca mata nyasa adalah lovebird kaca mata nyasa lutino (lovebird lutino).
9. Burung lovebird kacamata pipi hitam (Agapornis nigrigenis)
Panjang 13,5 cm, berat 36-52 gram.
Burung lovebird kaca mata pipi hitam dewasa: Bulu umumnya berwarna
hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan
ubun-ubun depan berwarna coklat kemerahan; ubun-ubun belakang dan
tengkuk berwarna hijau kekuningan tua; lorus, kerongkongan, dan pipi
berwarna hitam kecoklatan, bagian atas dada berwarna merah oranye pucat;
ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh
berwarna merah tua; iris berwarna cokelat; kaki berwarna coklat
keabu-abuan.
Burung lovebird kaca mata pipi hitam muda serupa dengan burung
dewasa; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna
hitam; iris berwarna cokelat muda.
Penyebaran lovebird kaca mata pipi hitam: Zambia bagian barat daya dan Zimbabwe bagian barat laut.
Lovebird kaca mata pipi hitam secara umum sulit didapat di pasaran
karena burung ini sudah dibatasi untuk tujuan ekspor dari negara
asalnya. Burung ini bisa dipelihara secara berkelompok bahkan dicampur
dengan burung lain.
Warna mutasi lovebird kaca mata pipi htam adalah lovebird kaca mata pipi hitam kuning (lovebird kuning).
Ciri jantan dan betina lovebird
Membedakan jenis kelamin lovebird termasuk pekerjaan gampang-gampang
susah. Gampang untuk jenis-jenis tertentu tetapi susah untuk jenis
lainnya, apalagi kalau masih anakan. Untuk membedakan jenis kelamin
lovebird bisa digunakan cara sederhana sampai yang ilmiah.
Berikut ini adalah serba-serbi mengani perbendaan lovebird jantan dan
lovebird betina yang saya ambil dari tulisan Siti Nuramaliati Prijono
dalam buku berjudul Lovebird terbitan Penebar Swadaya.
A. Berdasarkan penampilan luar.
Menurut Siti Nuramaliati, berdasar tingkat kesulitan untuk membedakan
jenis kelamin lovebird (dan burung secara umum) maka dapat dibedakan 3
kelompok lovebird. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok dimorfik
(jenis kelaminnya sangat jelas dapar dibedakan), kelompok intermediate
(jenis kelaminnya agak sulit dibedakan dari penampilan burung), dan
kelompok lovebird kacamata (perbedaan jenis kelaminnya tidak konsisten).
Namun secara umum pada banyak jenis lovebird relatif mudah dibedakan
jenis kelaminnya dengan melihat pada penampilan luarnya.
a. Kelompok lovebird dimorfik Beberapa jenis lovebird yang termasuk
dalam kelompok dimorfik di antaranya lovebird abisinia, lovebird
madagaskar dan lovebird muka merah.
1. Lovebird abisinia (Agapornis taranta) – Lovebird jantan berat
badan 65 gram, dahi berwarna merah. – Lovebird betina berat badan 55
gram, dahi berwarna hijau.
2. Lovebird madagaskar (Agapornis cana) – Tidak ada perbedaan berat
badan antara lovebird jantan dan lovebird betina. – Lovebird jantan
kepala dan leher berwarna abu-abu – Lovebird betina bulu tubuh
keseluruhannya berwarna hijau
3. Lovebird muka merah (Agapornis pullaria) – Lovebird jantan: dahi
dan muka berwarna merah-oranye, tunggir (bulu di atas pantat, di bawah
ujung lipatan sayap) berwarna biru muda, bulu terbang dan bagian bawah
bulu sayap berwarna hitam. – Lovebird betina dahi dan muka lebih
didominasi warna oranye dibandingkan warna merah, bagian bulu penutup
sayap berwarna hijau dan di tepi sayap berwarna kekuningan.
b. Kelompok intermediate Dua jenis lovebird yang termasuk dalam
kelompok intermediate adalah lovebird black collared dan lovebird muka
salem.
1. Lovebird black collared (Agapornis swinderniana) Lovebird jantan
dan betina sangat sulit dibedakan dan tampak serupa dalam penampilan
luarnya. 2. Lovebird jantan dan betina serupa dalam penampilannya,
meskipun pada umumnya lovebird betina mempunyai bulu di bagian kepala
dengan warna yang lebih pucat.
c. Kelompok lovebird kacamata Empat jenis lovebird yang termasuk
dalam kelompok lovebird kacamata adalah lovebird nyasa (Agapornis
lilianae), lovebird pipi hitam (Agapornis nigrigenis), lovebird topeng
(Agapornis personata), lovebird fischer (Agapornis ficheri).
Keempat jenis lovebird ini sangat sulit dibedakan antara jantan dan
betina. Meskipun demikian ada sedikit perbedaan berat badan antara
jantan dan betinanya. Satu keunikan dari lovebird kelompok kacamata
adalah pada saat menjelang musim berkembangbiak burung betina akan
membawa bahan sarang di bawah bulu tunggir dan bulu punggung bagian
bawah.
B. Membedakan jenis kelamin tidak berdasarkan penampilan luar.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya
berdasarkan penampilan luarnya yang spesifik maka akan sulit untuk
membedakan lovebird jantan dan lovebird betina. Pada kejadian ini makan
ada beberapa cara untuk digunakan memnedakan lovebird jantan dan
lovebird betina.
a. Bentuk tubuh. Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya.
b. Warna Lovebird jantan mempunyai warna yang lebuh terang dari
lovebird betina. Meskipun demikian hal itu tidak selalu benar karena
warna bulu juga tergantung pada makanan, iklim, dan variasi geografis.
c. Cara bertengger Lovebird betina bertengger dengan jarak antarkaki lebih lebar dibandingkan lovebird jantan.
d. Bentuk ekor Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk lebih
rata dibandingkan pada ekor lovebird jantan yang berbentuk agak
meruncing.
e. Membangun sarang Kegiatan membangung sarang lebih intensif
dilakukan oleh lovebird betina ketimbang jantan. Lovebird
menggigit-gigit di luar sarang pada cabang-cabang dan batang yang lebih
tebal. Lovebird betina akan megambil kulit kayu dan mengumpulkannya
untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan menyuapi lovebird
betina. Namu hal ini juga tidak mutlak karena ada lovebird jantan yang
juga aktif mengumpulkan bahan sarang.
f. Perabaan pada tulang pubis (supit urang). Lovebird memiliki dua
tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang
biak, tulang pubis lovebird betina menjadi lebih elastic dan jarak
antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormone.
Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada lovebird
jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. Teknik perabaan
ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina dengan
aktif.
g. Pemeriksaan dengan alat laparoscopy Untuk mengetahui jenis kelamin
lovebird juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat laparoscopy.
Lovebird yang akan diperiksa jenis kelaminnya harus dibius dulu. Setelah
itu dilakukan operasi kecil pada bagian kiri tubuh burung di antara
tulang rusuk, tulang pinggang dan tulang paha. Dari bagian yang
dioperasi itu dimasukkan alat laparoscopy untuk melihat ada tidaknya
ovary (indung telur). Jika ada ovari maka lovebird tersebut dipastikan
betina. Cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.
h. Pemeriksaan DNA Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird
adalah dengan menguji DNA yang dapat diperoleh dari darah atau bulu
burung. Setelah DNA diekstrak dengan larutan tertentu dan proses lebih
lanjut, lalu hasilnya dipotret dengan Polaroid. Apabila dalam foto
tersebut terlihat dua pita maka lovebird tersebut dapat dipastikan
berkelamin betina. Namun jika terlihat hanya satu pita, lovebird itu
bias dipastikan jantan.
Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya
uji DNA sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium
yang menawarkan jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji
DNA.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan
betinanya berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi
kesulitan untuk memperoleh pasangan yang sesuai,.
Sering terlihat dua ekor jantan berperilaku seperti pasangan lovebird
yang berlainan jenis. Hal yang sama juga terjadi pada dua lovebird
betina. Bahkan pada pasangan lovebird betina ini apabila bertelur maka
jumlah telurnya akan lebih banyak dari pasangan yang normal, tetapi
telur tersebut tidak fertile alias tidak akan menetas jika dierami.
Hal yang membedakan antara pasangan jantan-jantan dan betina-betina
adalah pada pasangan jantan-jantan tidak akan membuat sarang karena
perilaku itu hanya milik lovebird bertina.
Ada yang menyatakan bahwa lovebird jantan adalah yang menyuapi
pasangannya sedangkan betina yang disuapi. Tetapi hal ini tidak benar
karena lovebird betina juga sering menyuapi lovebird jantan untuk
menarik perhatian si jantan.
Juga tidak benar bahwa lovebird betina memiliki paruh dan kepala yang
lebih kecil ketimbang lovebird jantan. Dan tidak tentu benar bahwa
lovebird jantan memiliki kepala yang lebih lebar dengan paruh yang lebih
runcing.
Cara memilih burung lovebird
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung lovebird:
* Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar, panjang dan terlihat kokoh.
* Berkepala besar. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
* Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang
leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang
berleher dan berbadan pendek.
* Sebaiknya juga pilihlah bahan yang berdada lebar.
* Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan
tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki
tidak berpengaruh terhadap mental burung.
* Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
* Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
* Bola mata besar dan bersih bersinar. Menandakan burung ini memiliki
prospek yang cerah apabila dijadikan burung lomba. Karena akan sangat
gacor.
Cara perawatan
Sangkar:
Lovebird sebaiknya ditempatkan di sangkar yang terbuat dari logam,
berbentuk bulat atau kota. Untuk sangkar bulat, diameter antara 30-40
cm, sedangkan kotak ukuran 25 x 35 x 40 cm dengan diberi tangkringan
berdiameter 1 cm dari kayu kasar tetapi tidak runcing, seperti kayu asam
misalnya. Tangkringan dari kayu akan sering perlu diganti karena
lovebird suka mengigit-gigit tangkringan. Untuk referensi logam yang
digunakan untuk kandang lovebird, pilih yang tidak beracun.
Berbagai kasus burung yang keracunan logam dilaporkan dalam Journal
of Avian Medicine & Surgery, sebagaimana ditulis di multiscope (Hot
Spot for Birds). Sekadar untuk pengetahuan Anda, berikut ini sejumlah
logam yang berbahaya dan tidak berbahaya bagi burung, yang biasanya
digunakan sebagai bahan pembuatan sangkar, wadah air dan pakan, kandang
dan sebagainya:
1. Kuningan
Kuningan merupakan logam campuran antara tembaga dan seng. Kedua logam ini berpotensi membuat burung keracunan.
Jika ada kuningan pada sangkar burung-burung kecil barangkali tidak
masalah karena mereka tidak mungkin bisa mematuki logam itu sampai
mengelupas. Tetapi untuk burung berparuh kuat, seperti lovebird, nuri,
betet dan sebagainya, maka logam ini bisa mereka gerogoti. Maka
hindarkan kuningan dari mereka.
Journal of Avian Medicine & Surgery melaporkan adanya burung
makau yang hampir mati karena keracunan seng. Pasalnya dia
mengunyah-ngunyah tiga gerendel kuningan dan juga menggerogoti kandang
kawat krom (krom juga mengandung seng).
2. Timah
Timah juga sangat beracun untuk burung. Termasuk barang yang mengandung
timah ini antara lain adalah tutup kaleng, bandul pancing, pemberat
korden, koil tutup sampanye, timah pateri, koil soldir, lempengan dalam
batu baterai, sejumlah mainan anak dan lain sebagainya.
3. Tembaga
Tembaga juga berpotensi meracuni burung walaupun kadar racun dari logam
ini sangat sedikit. Makanan yang mengandung asam yang disimpan dalam
wadah tembaga bisa jadi terkontaminasi tembaga. Demikian pula saluran
atau wadah air yang terbuat dari tembaga, berpotensi mencemari air yang
mengalir atau berada di dalamnya. Kalau mau menggunakan wadah tembaga
untuk burung, sebaiknya masukkan air ke dalamnya tidak dalam kondisi
panas. Tuangkan jika sudah dingin baru diberikan ke burung. Dan bukan
didinginkan di dalam wadah tersebut.
4. Kawat (yang non-galvanil), baja serta besi (yang tidak dilapisi cat anti karat) tidak beracun untuk burung.
5. Seng
Seng sangat beracun untuk burung. Termasuk di sini adalah kandang burung
atau ram yang terbuat dari galvanil, klip atau steples, kunci-kunci
mainan anak, paku, pipa ledeng, krom, beberapa cat anti karat, dan
beberapa wadah shampo atau wadah kosmetika.
Pakan:
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan adalah menu yang
variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang
bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga
lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide)
B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial
seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah
salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan
dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi
syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain.
Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh
melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan
penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diperlukan burung lovebird adalah Calcium,
Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium
Chlorin dan Kalium.
Makanan yang sesuai untuk burung lovebird
* Bijian Mix. Kita dapat memberikan biji-bijian yang telah dicampur yang banyak dijual dipasaran sebagai pakan utamanya.
* Sayuran segar. Burung lovebird sangat menggemari sayuran segar seperti: Kangkung, Sawi Putih, Jagung Muda dan sayuran lainnya.
* Asinan. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, burung ini membutuhkan
asupan kalsium tambahan. Dapat diberikan tulang sotong untuk melengkapi
kebutuhan kalsium yang dibutuhkan.
* Extra Fooding. Biji bunga Matahari, biji Fumayin, biji Kedelai, biji
Kacang Merah dan bijiK acang Hijau sangat digemari oleh burung ini untuk
melengkapi kebutuhan vitamin, protein dan menaikkan suhu tubuh serta
meningkatkan sistem metabolisme didalam tubuhnya.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking